Terlambat menuliskan semua yang tak patut dibaca
Terlalu lama untuk menunggu bualan mulut singa
seonggok air mata kotor yang kau hujam
Tak perlu menyamarkan diri, jalang
untuk bersorak seakan kau tak berdosa
sayang,
kau meminta minum pada orang yang kuberi air
setebal apa kelakuan yang mengelok pendosa itu?
ribuan tawa hujan menelanjangi bungkus hati engkau
ini cadas, tapi kau balut bedak
kau tebarkan kotoran si pendosa,
lalu kau masih mengambil emasnya pada orang lain,
seberapa tebal harga diri jalang?
Senin, 28 September 2015
Langganan:
Postingan (Atom)